MADIUN – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas program pembinaan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember melaksanakan kegiatan studi tiru ke Lapas Kelas I Madiun. Kegiatan dipimpin langsung Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, bersama pejabat struktural dan staf, pada Sabtu (14/02/2026).
Kedatangan rombongan Lapas Jember disambut hangat oleh Kalapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya, beserta jajarannya. Kunjungan ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat sinergi antar satuan kerja Pemasyarakatan sekaligus menggali potensi positif yang telah diterapkan di Lapas Kelas I Madiun.
Fokus utama studi tiru adalah meninjau pelaksanaan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Rombongan melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran, sistem administrasi, serta sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, rombongan Lapas Jember berkesempatan untuk meninjau pembinaan kemandirian di bidang kegiatan kerja, khususnya pelatihan dan produksi anyaman. Dalam kesempatan tersebut, tim memperoleh pemaparan mengenai mekanisme pelatihan, pengendalian mutu produk, hingga strategi pemasaran hasil karya warga binaan agar memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Kalapas Jember, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Jember dalam melakukan pengembangan program pembinaan secara berkesinambungan.
"Kami melihat banyak praktik baik yang dapat menjadi referensi, khususnya dalam pengelolaan kegiatan belajar program Paket A dan B, serta pengembangan kegiatan kemandirian. Harapannya tentu hasil studi tiru ini dapat kami terapkan, guna meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Kelas IIA Jember," ungkap Kalapas.
Sementara itu, Kalapas Kelas I Madiun menyambut baik kegiatan studi tiru tersebut sebagai bentuk kolaborasi positif antar satuan kerja Pemasyarakatan.
"Kami menyambut baik kunjungan dari Lapas Kelas IIA Jember. Studi tiru ini menjadi sarana untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dalam mengoptimalkan program pembinaan, baik di bidang pendidikan maupun kegiatan kerja. Melalui pendidikan dan pelatihan kerja, kami berupaya membekali warga binaan dengan kompetensi yang bermanfaat sehingga mereka lebih siap untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat," ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pertukaran cendera mata sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan. (*)
